Home / Militer / Satgas Yonif 734 / SNS bersama GENPI lestarikan Rumah Adat Hibualamo

Satgas Yonif 734 / SNS bersama GENPI lestarikan Rumah Adat Hibualamo

Tobelo. Sabtu, 31 Agustus 2019. Pos Kotis Satgas 734 / SNS dipimpin oleh Letda Ckm Fendy Aprilian beserta 6 anggota pos kotis dibantu oleh Dinas Kebudayaan, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pariwisata serta Generasi Pencinta Indonesia (GENPI) melaksanakan Karya Bakti dengan membersihkan Rumah Adat Hibualamo. Rumah Adat ini awalnya sudah didirikan sejak 600 tahun yang lalu. Hilangnya rumah adat ini akibat adanya penjajahan. Selanjutnya di bentuklah sebuah balai desa sebagai tempat perkumpulan pemerintahan selanjutnya dirubahlah menjadi Rumah Adat Hibualamo. Sehingga pada tahun 1999 – 2001 dijadikan simbol perdamaian pasca konflik SARA. Pada bulan April 2007, Rumah Adat Hibualamo mulai sah diresmikan oleh Bupati Tobelo.
Menurut Serda Hendi. Kegiatan ini merupakan inisiatif kami, karena kami melihat rumput rumput yang mulai tinggi dan daun daun kering sudah menumpuk disekeliling Rumah Adat Hibualamo maka kami pun tergugah untuk membersihkan rumah adat ini karena rumah adat ini merupakan saksi bisu dari Konflik SARA 2001 di tobelo.
Menurut Letda Ckm Fendy Aprilian, Rumah Adat Hibualamo ini memiliki nilai historis yang tinggi oleh sebab itu kami sebagai generasi muda wajib menjaga dan melestarikan keberadaan Rumah adat tersebut.
Rumah Adat Hibualamo memiliki daya tarik tersendiri terkait dengan lokasi nya yang strategis dekat dengan persimpangan Tugu Hibualamo tentunya menarik para pedagang untuk berjualan di sekitar dan didepan Rumah Adat Hibualamo. Ujar Danton Kes 734 / SNS.
Menurut Dansatgas 734 / SNS. Letkol Inf Edwin Charles, Rumah Adat Hibualamo memiliki 4 warna utama, masing – masing warna memiliki arti tersendiri. Untuk warna merah mencerminkan kegigihan, warna kuning mencerminkan kecerdasan, kemegahan dan kekayaan. Untuk warna hitam mencerminkan solidaritas sedangkan warna putih mencerminkan kesucian.
Kami merasa senang Rumah Adat Hibualamo kini sudah terjaga kebersihannya dan kerapiannya semenjak adanya komunitas Generasi Pencinta Indonesia (GENPI). Keberadaan komunitas ini meskipun masih terbilang baru namun memiliki etos kerja yang bagus dan patut diberikan apresiasi karena kepeduliannya dalam merawat dan melestarikan Rumah Adat Hibualamo. Ujar Dansatgas 734 / SNS.
Menurut Darius, Sekertaris GENPI. Kami Merasa bangga sebagai warga Halmahera Utara, tepatnya warga tobelo yang memiliki rumah adat yang memiliki nilai historis yang tinggi dan sebagai saksi Pasca kerusuhan SARA 2001. Untuk sebab itu kami para pemuda tercetus niat dan dilaksanakan dengan mendirikan komunitas Genersi Pencinta Indonesia (GENPI) yang bertujuan untuk merawat segala kebudayaan yang berada di Halmahera Utara ini.

Check Also

DANREM 152/BAABULLAH HADIRI KEGIATAN SURYA BHASKARA JAYA (SBJ) TNI-AL Ta.2021 DAN PENANAMAN POHON BAKAU (MANGROVE) SECARA SERENTAK

TERNATE SELATAN – Komandan Korem 152/Baabullah Brigjen TNI Novi Rubadi Sugito. S.I.P., M.Si. didambingi kasiter …